17 August 2010

Abnormally Introvert or Introvertly Abnormal?

Beberapa hari yang lalu seorang temen ngajak gue untuk nemenin dia ke tempat yang emang jarang dia kunjungin. Setelah mencocokan dengan schedule gue, akhirnya gue meng-iya-kan dan pergilah kita bersama beberapa orang temen kita yang lain juga.

Pas lagi pergi itu, si temen itu nanya ke gue. Isi percakapannya kira-kira begini:

Dia  : "Nisa, tumben lo mau diajak pergi."
Gue : "Hah? Apaan..."
Dia  : "Iyaaaa.... Bahkan si ---sensor--- sampe bilang, "Coba lo ajak aja si Nisa, pasti dia mau."
Gue : "Hah? Dia bilang gitu?"
Dia  : "Iya. Emang ada apa sih, Nis?"
Gue : "Hah? Ngga ada apa-apa..."
Dia  : "Trus knapa lo mau diajak pergi?"
Gue : "Yaaa..... Karena lo ngajak gue."Dia  : "Oooo...." (red : sayang gue ngga liat ekspresi nya)

Dan sadarlah gue, bahwa selama ini gue jarang keluar-keluar rumah ngga jelas bukan karena gue ngga mau. Tapi karena emang ngga ada yang ngajak.

Even the words "nemenin" itu pun ngga ada di kamus gue. "nemenin"? Kalo bisa sendiri kenapa harus rame-rame? Emangnya kalo rame-rame bisa memudahkan urusan? Iya kalo rame-ramenya sama orang-orang yg ngerti. Misal : beli mobil ama temen yang koleksi mobil, beli sepatu basket ama temen yang  udah main basket dari SD, dan sebagainya. Lah kalo engga? Bisa-bisa malah bikin ribet dan ga efisien.

Jadi,

Sebenernya gue ini ngga normal, atau cuma seorang Introvert biasa?




I can't tell. I'm just being me.

:)

P.s : gue harus minta maaf ke diri gue sendiri karena postingan gue akhir2 ini isinya menurt gue GA PENTING dan SOMBONG banget. Meskpiun tetap semuanya gue suka ^.^ hoho, gue kan cuma nulis hal-hal yg gw suka. Boleh dong? Blog juga blog gue ;p

No comments: