31 December 2010

How do you think pigs kill people?

Friday morning, Mom, Dad, Adrienne, and I were sitting in the living room. Mom is doing her stuff in the kitchen. Dad is having breakfast and reading the paper. Both Adrienne and I were doing stuff in the computer.

Adrienne : "Do you wanna know facts about shark?"
(no one answers)
Adrienne : "Do you wanna know facts about shark?"
(still, no one answers)
Adrienne : "Nisa!"
Nisa : "Huh?"
Adrienne : "Do you wanna know facts about shark?"
Nisa : "Yeah. Tell me one. The most interesting one."
Adrienne : "Uh.. Um.... Shark.... Um... Pigs kill more people than shark."
Nisa : "Huh? How do pigs kill people?"
Adrienne : "Mom, how do pigs kill people?"
Mom : "Uh.......... Sit on 'em?"

14 December 2010

My Chrismas List

1. Ability to play well in the basketball team, so my mom and my dad proud of me.
2. Ability to do well at school, so my mom and my dad proud of me.
3. Snow. Lots of them.
4. Closeness to God. So that I realize that none of #1, #2, and #3 is really matter if I got God.

28 October 2010

Homesick - Kings of Convenience

Sejauh ini kayanya lagu yang gue jadikan judul di postingan ini adalah yang paling sering gue puter di iPod selama program AFS. Bukan, bukan karena gue kangen Jakarta. Gue bener-bener sering banget puter lagu ini pas baru pindah host family. Gue sedih banget waktu itu. Gue ngerasa keluarga lama gue lebih "home".. Padahal mungkin ngga segitu nya juga. Munkin ngga seitunya sampe gue cried myself to sleep in my first nights in my new host family's house. Cuma mungkin karena ada perbandingan aja dengan keluarga baru gue.

Anyway,

Home di sini gue artikan jauh daripada rumah dalam benutk fisik. Bukan rumah gue yang besar dan hangat, bukan kasur gue yang empuk.
Home gue artikan tempat yang bisa benar-bikin gue nyaman, bikin gue merasa aman di dalamnya. Orang-orangnya menyenangkan, orang-orangnya menerima gue. Nyaman. Menyenangkan. Home.

Dan kalo kalian perhatikan, di bagian akhir lagu ini ada line:

"Homesick. Cause I no longer know, where home is."

And that exactly how I'm feeling right now. Gue ngga seneng di sekolah. Gue sering merasa jadi pengganggu di rumah. Tapi gue juga ngga pengen pulang ke Jakarta. Gue ngga yakin that I would feel better di Jakarta.

Dan saat gue lagi bener-bener ngga bener. Bener-bener di bawah, merasa kalah, merasa bodoh, merasa tolol,  gue ngga tau harus cerita sama siapa.

Ga ada orang yang akan
give me a massive hug...
give his/her shoulder for me to cry on...
rub my back, making sure that I'm okay...

Lalu gue mikir, Hey, Nisa! Di Jakarta pun lo ngga punya orang yang begini.

so it's not the country, it's not the school, it's me. There's something wrong with me, and it's not fixed, yet.


******


Dan setelah nulis ini, gue lagi-lagi membuktikan bahwa nulis, nangis, dan dengerin lagu sedih bisa bikin some people feel a lot better. A lot.

Dan sekarang, gue berusaha senyum, and I wish myself a very good day.

25 August 2010

There's Something About the Team



Ada sesuatu di tim ini,

Sesuatu yang ngga gue dapet dari tim-tim lain yang pernah gue "hinggapi"


Sesuatu yang bikin gue......
 

Mau naik ojek karena takut terlambat latian bareng mereka,
Teary kalo main jelek bareng mereka
Teary juga karena ngga bisa ikutan tanding, bahkan cuma latian, bareng mereka
Naik angkutan umum saat hujan angin untuk datang ke tempat latian
Rela tidur jauh lebih cepat dari biasanya agar badan tetap fit untuk latian bersama mereka keesokan harinya

Sesuatu yang.....

Membuat gue ngga rela ninggalin mereka,

Ngga rela tempat gue bakal digantiin orang lain.

Karena bakal sulit banget buat gue untuk dapet tempat kaya gitu lagi.



Dan menurut gue, orang ini lah yang patut disalahkan atas semuanya :)

Yang kanan loh ya, yg kiri mah saya :)


























Tahun depan main bareng lagi ya temen-temen *group hug*


:)

24 August 2010

Kebiasaan (buruk) Baru

Masa-masa jadi pengangguran liburan ini saya punya kebiasaan baru : dengerin musik sebelum tidur.

Ya, saya emang ngga biasa dengerin musik sebelum tidur. Bukannya saya ngga suka, tapi musik biasanya mendistract badan saya yang udah relaks, sehingga saya yang tadinya udah ngantuk, malah jadi on kalo dengerin musik. Hehehe. Jadi sebenernya sih suka, tapi kalo jadi ngga tidur-tidur, kan repot ;)

Kenyataannya emang tergantung jenis musik yang didengar. Kalo dengerin musik punk rock sebelum tidur emang ngga cocok (ya iyalah). Masalah nya adalah : iPod saya home button nya lagi rusak sehingga ngga memungkinkan saya untuk memilih lagu yang ingin diputar (nah, bingung kan?). IPod saya memutar secara acak lagu yang diputar. Bila saya ngga suka, karena kerusakan home button itu, saya hanya bisa menekan tombol next, untuk men skip lagu, sedang si ipod yang menentukan lagu apa selanjutnya akan diputar. Bila saya ngga suka lagi, ya tinggal di skip lagi. Tapi ya tetap, saya ngga bisa milih lagu.

Masalah lagi : saya belum mau tidur kalau belum dengar lagunya Adhitia Sofyan. Kenapa Adhitia Sofyan? Yaa, karena memang jenis lagu yang dia bawakan semuanya cocok buat pengantar tidur. Juga lirik lagu-lagunya yang sering bikin saya senyum dan ber, "Huaaaaa kok gue banget!" Meskipun ada beberapa lagu lain yang sering saya jadikan lullaby bahkan sebelum kebiasaan dengerin musik sebelum tidur ini muncul (contoh: Going Home nya Java Jazz, lagu-lagu di albumnya Monita, trio lagu sedih di album Rumah Ketujuhnya Indra Lesmana) rasanya belum sreg kalau belum dengar lagunya Adhitia Sofyan.

Jadilah saya setiap malam dikerjain sama iPod saya sendiri. Supaya ngga kebablasan, saya sampai membuat perjanjian (dengan diri saya sendiri tentu saja) :

Hanya boleh mendengarkan 3 lagu sebelum lagu Adhitia Sofyan muncul. Setelah 3 lagu, setiap lagu harus di skip sampai lagunya Adhitia Sofyan muncul.

Yaa, meskipun ujung2nya saya langgar juga sih perjanjian itu ;p

Entah ngelebihin lagu yang didengar ("Aduuuuh, ini lagunya juga enaaaak, dengerin ah....." padahal udah dengerin 3 lagu)

atau ngga puas cuma dengan satu lagu dari Adhitia Sofyan ("Aaaa pokonya tungguin satu lagi lagunya Adhitia Sofyaaaaaan!!!" *sambil neken tombol next terus-terusan*)

Hahahaha.

*****


Anyway, meskipun semua lagu nya Adhitia Sofyan semuanya "begitu", ngga semuanya saya suka. Saya cuma suka lagu-lagu yang liriknya sudah saya resapi dalam-dalam maknanya (ceilah). Lagu yang ngga saya suka biasanya saya belum sempat liat liriknya dan ngerutin dahi mikirin maksudnya.

Dan ini lagunya Adhitia Sofyan yang lagi saya suka banget. Judulnya "Reality". Tuh kan, saya suka ini karena ini "Gue banget!" Saya memang suka tiba2 merasa agak melayang karena the thing you always do itu. :)


So, I hope you guys enjoy the song as much as I do :)



Makasih udah membaca yaaaa ^.^ See u soon!



Every time you do that thing,
the thing you always do
I ended up in misery 

while staring at your photograph
I’m loosing my grip to reality


:)




Reality
Music and Lyrics by Adhitia Sofyan

more videos of him :
http://www.youtube.com/user/AdhitiaSofyan
free legal download of his songs :
http://adhitiasofyan.wordpress.com
order his CD album :
http://adhitiasofyanmusic.com/





Reality
Music and Lyrics by Adhitia Sofyan

I have been trying lately to close my eyes
Those little lambs complaining they’re getting tired
Try as I may and I would fell off my bed
I know just what the cure is it’s gonna work
I need to get you by my side
There’s no other way

But every time I try to catch you I stumble and I fall
How do I begin to finish this never ending fairy tale
I need to get back to reality
Every time you do that thing the thing you always do
I ended up in misery while staring at your photograph
I’m loosing my grip to reality

I woke up turn on the TV for a thousand times
Reruns I’ve seen too many on the animal show
The tiger runs after the dear and he finally catches on

I see the end of the rainbow not far away
This time I’m gonna let it slide

 ------------------------

23 August 2010

Another Dream of Mine Comes True

Setelah dulu gue pernah nge-post tentang mimpi gue yang jadi kenyataan, Alhamdulillah, kali ini gue masih bisa nge-post mimpi gue yang lain yang jadi kenyataan.
Dari dulu gue sering ngebayangin, "Aduh pengen bangeeeeeet anak-anak IM (tim basket gue -red) pada main rumah gue..... Ngobrol-ngobrol.... Makan-makan...... Aaaa pasti seru deh......" tapi gue ngga tau gimana caranya. Pernah ini gue smapaikan ke beberapa temen IM gue. Respon mereka pastinya, "Ya undang dong!" Dan gue pun mikir.... "Eh, undang?" Uuuuh, gue bukan orang yang begitu..... I don't hold parties, really. Apalagi di rumah. Bukan gue banget. Lagian mau ngundang-ngundang dalam rangka apaan.....

Dan hari jumat kemarin temen-temen IM gue datang, rame-rame, ada yang rumahnya jauh di selatan, jauh di utara, dan jauh di barat, tanpa GUE undang.............. (meskipun rencana surprise nya gagal, hehehe)

Main di rumah gue, ngobrol-ngobrol, makan-makan, ketawa-ketawa, foto-foto......
Ketemu sama beberapa sodara gue.....
Nginep di rumah gue..... Bahkan pelatih gue sempet tidur di kamar abang gue :))
"Keluar" pagi bareng....... Sahur bareng.......


Wuaaaaah.


Making them enjoying their times in my very own house is exactly what I always desired. Scores an undefinable, true happiness.


Having them at my house was a dream come true.

What's your dream? ;)




P.s. :

These happy faces.


Priceless.

17 August 2010

Abnormally Introvert or Introvertly Abnormal?

Beberapa hari yang lalu seorang temen ngajak gue untuk nemenin dia ke tempat yang emang jarang dia kunjungin. Setelah mencocokan dengan schedule gue, akhirnya gue meng-iya-kan dan pergilah kita bersama beberapa orang temen kita yang lain juga.

Pas lagi pergi itu, si temen itu nanya ke gue. Isi percakapannya kira-kira begini:

Dia  : "Nisa, tumben lo mau diajak pergi."
Gue : "Hah? Apaan..."
Dia  : "Iyaaaa.... Bahkan si ---sensor--- sampe bilang, "Coba lo ajak aja si Nisa, pasti dia mau."
Gue : "Hah? Dia bilang gitu?"
Dia  : "Iya. Emang ada apa sih, Nis?"
Gue : "Hah? Ngga ada apa-apa..."
Dia  : "Trus knapa lo mau diajak pergi?"
Gue : "Yaaa..... Karena lo ngajak gue."Dia  : "Oooo...." (red : sayang gue ngga liat ekspresi nya)

Dan sadarlah gue, bahwa selama ini gue jarang keluar-keluar rumah ngga jelas bukan karena gue ngga mau. Tapi karena emang ngga ada yang ngajak.

Even the words "nemenin" itu pun ngga ada di kamus gue. "nemenin"? Kalo bisa sendiri kenapa harus rame-rame? Emangnya kalo rame-rame bisa memudahkan urusan? Iya kalo rame-ramenya sama orang-orang yg ngerti. Misal : beli mobil ama temen yang koleksi mobil, beli sepatu basket ama temen yang  udah main basket dari SD, dan sebagainya. Lah kalo engga? Bisa-bisa malah bikin ribet dan ga efisien.

Jadi,

Sebenernya gue ini ngga normal, atau cuma seorang Introvert biasa?




I can't tell. I'm just being me.

:)

P.s : gue harus minta maaf ke diri gue sendiri karena postingan gue akhir2 ini isinya menurt gue GA PENTING dan SOMBONG banget. Meskpiun tetap semuanya gue suka ^.^ hoho, gue kan cuma nulis hal-hal yg gw suka. Boleh dong? Blog juga blog gue ;p

12 August 2010

Saying What I Need to Say

Baru-baru ini gue mengirim SMS ke seseorang yang penting.

Seseorang yang..... You know, tipe orang yang sebelum lo SMS dia, lo perlu minta pendapat orang-orang se-RT, "Eh kira-kira gue perlu ga ya sms dia???"

And I did. Gue tanya semua orang yang bisa gue tanya pendapatnya. Menimbang-nimbang, mikir lamaaaaaa, akhirnya gue kirim juga tuh SMS.

But guess what, 1 jam.... 2 jam..... SMS balasannya ga dateng-dateng juga. SMS gue ngga dibales. Sedih sih. Sedih banget malah. Tapi yaa, it's better to say too much than to never to say what you need to say, isnt it?

Seengganya gue ngga akan mengutuki diri sendiri di masa depan karena waktu itu gue ngga sms dia. Seengganya gue udah lega. Seengganya gue udah usaha. I did say what I thought I needed to say. And I was so glad about it. :)

*****

Gue pernah baca tentang hal ini di buku Islam punya bokap gue. Kata-katanya kayanya hampir mirip sama ini :

“Orang yang berakal selayaknya lebih banyak diam daripada bicara. Hal itu karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara, dan sedikit yang menyesal karena diam."

Well, seperti yang daritadi gue bahas, so far menurut gue masih lebih baik menyesal karena bicara daripada karena diam.

Kalo menurut kalian gimana?

Lebih baik menyesal karena bicara, atau menyesal karena diam?

:)


Take all your wasted honor, and say you need to say, immediately :D








Say
John Mayer

Take all of your wasted honor
Every little past frustration
Take all of your so-called problems,
Better put 'em in quotations

Say what you need to say [x8]

Walking like a one man army
Fighting with the shadows in your head
Living out the same old moment
Knowing you'd be better off instead,
If you could only . . .

Say what you need to say [x8]

Have no fear for giving in
Have no fear for giving over
You'd better know that in the end
Its better to say too much
Then never say what you need to say again

Even if your hands are shaking
And your faith is broken
Even as the eyes are closing
Do it with a heart wide open

Say what you need to say [x24]

10 August 2010

Cinta

Sebagai tukang nulis asal-asalan, kayanya kok sok tau banget yaa kalo gue ngomongin hal yang setinggi ini.

Tapi please, kasih gue kesempatan :)

Menurut gue, cinta itu,


Saat temen-temen lo, datang ke acara dimana lo akan tampil sangat berbeda, meskipun mereka terpaksa harus duduk di tangga karena hadir tanpa undangan, pulang malam, bahkan udah sempet dilarang sama orang tua.... tanpa lo kasih tau mereka tentang acara itu, tanpa lo kasih tau mereka betapa pengennya elo mereka hadir dan nonton lo tampil, meskipun lo tau lo akan terlihat sangat memalukan,

menurut gue itu cinta.

Saat semua orang di tim memeluk lo yang menangis, karena hadir tepat saat pertandingan berakhir akibat dilarang mengikuti pertandingan oleh orang yang sangat lo hormati,

menurut gue itu cinta.

Dan saat lo memutuskan untuk melepas kesempatan untuk meraih mimpi-mimpi lo, dan memilih untuk tetap bersama orang-orang lain, dan meraih mimpi-mimpi lain bersama mereka,

menurut gue, "orang-orang lain" itulah yang benar-benar lo cintai.

Dan menurut gue itu cinta.

Yaa, seengganya yang bisa gue lihat.

Gimana? :)

Kalo menurut kalian, cinta itu apasih?

23 July 2010

Your Best Friend is Your Back Up Wife/Husband

I watched a 1991 movie titled My Girl on HBO a few days ago and caught a conversation that's pretty similar to a one I caught on a TV series How I Met Your Mother.

Watch this

Thomas J. Sennett: Vada?
Vada Sultenfuss: Yeah?
Thomas J. Sennett: Would you think of me?
Vada Sultenfuss: For what?
Thomas J. Sennett: Well, if you don't get to marry Mr. Bixler.
Vada Sultenfuss: I guess.

(Thomas J. Sennett and Vada Sultenfuss on My Girl)
source

and this

Robin: Let's make a pact, if we both turn 40 and we're both single..
Ted: Robin Scherbatsky, will you be my backup wife?
Robin: A girl always dreams of hearing those words. Yes, yes, a million times, yes!

(Robin Scherbatsky and Ted Mosby on How I Met Your Mother season 4 episode 17)
source



See?

Arent those best friends reaaaaaaally sweet?

:)

So guys and girls, take a good care of your best friends. After girlfriends/boyfriends coming and going, she/he is the one who is ALWAYS there for you, doesn't she/he?





***


The thing is, what if I don't have any bestfriends?

Well, I pray to God not to letting me becoming an old woman, filled with regret, waiting to die alone....

Oops. Another line from a movie. That was from Inception. Was a good movie, by the way.

That'd be all for now. Have a great day, folks! :)

18 June 2010

Urban Jazz Crossover 2010

A bit outdated but I still wanna share this experience to ALL of you!

Yeah, Nanda and I watched the 2010 Urban Jazz Crossover last week.


They got great musicians taking part in it. Eq Puradiredja, Achmad Albar, Ello, Sandhy Sondoro, Dewi Sandra, Kikan, Ipang, violist Maylaffayza, DJ Cream, rapper Boogieman, "sinden" Yuyun, Drew, and of course, the Indonesia's #1 jazz pianist...




Taking place in Ritz Carlton Ballroom, Pacific Place, it didn't need any serious effort from me and Nanda to go to the venue after a basketball practice in Senayan we got at a few hours before the concert started. The ticket price was also not that expensive for that loads of awesome musicians. It costs fifty thousand rupiahs. My parents and Nanda's have also given their full permission for us to watch the concert.

Our only thing was that the concert, sponsored by Dji Sam Soe, which is, as we all know, a cigarette brand, was not allowed to have audiences aged younger than 18 y.o. I am 5 months away from being 18 and Nanda has just celebrated her 17th birthday few weeks ago.

I have asked kak Novan Yahya, a university student Jazzuality reporter, about this thing. He said that I don't need to be worried as they won't have time to check EVERY SINGLE audience's ID card. He said that the last year's event was full of teenagers crowd. That's quite logical, so Nanda and I went to the venue without any further thought about this thing.

Problems started to rouse when we arrived at the venue. It was only a few minutes after the ticket boxes opened, so there wasn't too many people already, and event officials there, yes, they checked everyone who's entering the venue's id card. Yes. Every single one. Seeing that, Nanda and I turned our backs, walked off the entrance gate, tried to figure out what to do.

Okay, so this is the condition: We got 3 ID cards with us. They were mine, Nanda's, and the copied version of my sister's. The last one was the only id card accepted to enter the venue.

After making phone calls to kak Novan Yahya, who was laughed and convinced us that the event officials will let us through and if they're not, promised to help us, and having crepes (well, Nanda and I was starving. We were just done a basketball practice, remember?) we decided to try to enter the venue with this arragement :

Nanda, who is smaller and look younger than me, will be using my sister's id, so she would be officially not-under-18 and I, who is just months away to be 18, will be using my very own ID card. If they don't let both of us through, we will not get in there and we'll wait for kak Novan Yahya.

That simple.

After a non stop "Bismillah", carrying a bunch of courage and confident, we went to the entrance gate, showed the ID cards they asked for, and get in! Yeay! The let us through! Alhamdulillah. Thank You, dear Lord.

Our next problem was that we still needed to show our ID cards to buy the tickets. I tried to buy the tickets using a "Buy 1 get 1 free" voucher I got from the internet, but they didn't accept the voucher since there was my name on it and my ID card showed that I'm not 18 y.o yet. So we bought the regular tickets, using my sister's ID card. 1 ID card for two tickets. I know that it was not allowed, and of course so did the ticket box keeper. But she gave us the tickets. Again, Alhamdulillah. Thanks, Mighty GOD :)

 the ticket

After having our tickets, Nanda and I went out of the venue to do Shalat Maghrib. We were a bit afraid that we couldn't get in again, or they would ask our ID cards again and not letting us in because we didn't have the acceptable ones. But none of them happened. We could easily get in there again by showing our tickets. God is realllllllly Good, my friend.

Finally, we queued to enter the ballroom. We also met kak Novan Yahya I've been talking on the cellphone with. I told him that Nanda and I were still very afraid because there were also some officials at the ballroom entrance who seemed to check our ID cards. Kak Novan Yahya, again, laughed and said that there was nothing to worry about since they wouldn't have time to do that. Seeing the length of the queues, I could really trust what he said that time.

And yes, Kak Novan Yahya was right. They didn't ask for our ID cards. Not again. Nanda and I and Kak Novan Yahya and his fellow reporter got a very nice spot in the front rows, right in front of 2 keyboard sets on the left of the stage. There were 3 keyboard sets on stage. The other one was on the right of the stage. Can't stop thanking God that the one I was in front of it was Indra Lesmana's.

And the show began. It was magnificent. Too aweeeeeeeeeesome. Worth all the lies Nanda and I made.

Imagine:
Those brilliant musicians + super amazing, hard working big band (which includes drums, trumpets, saxes, even KENDANG!) + extra innovative backdrop + STAGE DRAMA FROM THE MUSICIANS! What more can I say. It really was a blast.

My words can never describe it. Nor Jazzuality's. But they write it thousands time better. So click here to read their report.

And here comes the big thing


See that? At least I have something that is MORE than what he has. Height. :p

Have a wonderful day dear readers!

p.s : Envy is so human. So, spill it out :p.

17 June 2010

Holiday Writing and Reading Project

It's 12.39 AM right now and I was having my right-before-going-to-sleep glass of milk when the idea of making this blog post crossed my mind. See? Magic DOES happen on midnight. Well, okay, AROUND midnight.

Anyway.

Yes, holiday is coming, Guys. Since I'm gonna have to spend my holiday mostly at home, I initiate to do this ambitiously arranged project.

I call it Holiday Writing and Reading Project (doesnt sound very creative, eh?)

The goal is basically to WRITE a BLOGPOST EVERY SINGLE DAY during holiday. I (still) dont know when my school holiday officially starts and ends, but I assume the holiday ends on mid july so I will roughly get about 25 blogpost at the end of the project.

In addition, I'm also have to READ at least 60 pages of book EVERY SINGLE DAY.  This is reasonable. I find it HARD to write whenever I was not reading any books at the moment. So, yeah, for me, in order to write nicely I'm also gonna have to read nicely too. A good writer is a good reader, wiseman said (seriously, I forgot which wiseman said this wise thing :p)

Ambitiously arranged enough, not? :)




Need you guys support to accomplish this mission. (Wait, is this a mission, or a project, or what? Ah, I dont really care what it is. I want to do good things. Thats all. Besides, really, what is the difference between them? :p)

I'll see you guys later this day.

Bye bye for now :D

16 June 2010

Stupidity Runs in the Family

While we were talking about last night's football match between North Korea and Brazil.....

Sister : De, lo tau ga Kim Jong-il siapa?
Me    : Engga
Sister : Haaaaah masa ngga tau sih??? Bego loooo! 
Me    : Emang siapa?
Sister : Itu kan presidennya Korea Utaraaaaaaaa
Me    : Halah, paling si Ka iyan juga ngga tau
Sister : Ah masa sih? (head to my brother) Ka iyan, tau ngga presiden Korea Utara siapa?
Brother : (was sitting between me n my sister) Hmmmmmm.... (thinking) Kim Jong-il!
Sister : Tuh kan kaiyan tauuuu!!!! Bego lo deeee!!!


15 June 2010

Listening to What My Coach Says



I saw this photo while I was gazing thru my photos folders on my laptop computer. I found it very interesting. I cant have this kind of photos everyday, can I? Besides, I'm always keen to take photos with my coach. So, thanks to anyone who take this.

The photo is taken during Kejurnas Basket KU-18 2010 (the 2010 U-18 Women Basketball National Championship) in Medan, on December 2009. I cant remember what exactly my coach said when this photo is taken, but I do remember one big thing he said during the match.

He said, "Ayo dong, Nis... Aku udah sengaja ngga banyak nurunin kamu kemarin.....,,"

And from that time on, I know I have made him dissapointed. Again. Must be for the hundreds time.

It was a match againts one of the top teams in the championship, Jawa Tengah province. We were finally lost.

My coach is pretty much a good man. Moreover, he is a person i trust at. And I dont trust many people. And believe me, dissapointing a good person u trust at is gonna hurt you so bad.

And after what he did to me last weekend, I know I have to thank God for letting his being my coach.

Argh, no. I have to thank God for everything I got, dont I?

What a rubbish post *sigh*

Have a good day, readers :)

08 June 2010

A Sudden Thought

Gue pernah ngobrol dengan seorang seniman kelas atas Indonesia. Beliau cerita, beliau pernah bertemu dengan Pak SBY tahun 2006 lalu.

Di tengah pertemuan itu, beliau bertanya pada pak presiden:

Seniman   : Pak, gimana nih usaha pemerintah untuk mengatasi masalah pembajakan?

Pak SBY : Ya, kami sudah berusaha keras untuk itu. Tapi untuk saat ini, kamu memfokuskan diri pada ekonomi dan pemberantasan korupsi. Pada masa kerja berikutnya, kami akan fokus pada pendidikan dan kebudayaan.

Seniman    : Oh, kalo gitu berarti Bapak nyuruh saya untuk memilih Bapak lagi dong di pemilu berikutnya?

Menurut Si Seniman, Pak SBY cuma tersenyum waktu itu.


*********


Sekarang, lebih dari 1 tahun setelah Pak SBY terpilih lagi menjadi Presiden, gue rasa sudah saatnya Si Seniman menagih ucapan Pak SBY waktu itu. Sayang, sekarang gue udah sangat sulit menghubungi Seniman itu, jadi sulit juga untuk mengingatkan beliau untuk menagih.

Tapi gimana sih yang kalian rasakan?

Kalo gue sih sejauh ini belum merasakan perubahan apapun.

Bayaran sekolah gue, yang merupakan sekolah negeri, tetep aja mahal. Sistem pendidikan juga masih tetep (maaf) busuk dan selalu membuat gue berpikir, apakah dengan belajar seperti ini, akan membuat gue seseorang yang lebih ber "isi" setelah lulus nanti?


*********


Well, that was just a sudden thought after finishing this morning's exam.

Oh, yes, I'm still in exam week. It's gonna be over tomorrow, but still, I shouldn't be blogging in exam week, do I? :P

Have a good day, Fellas. Ciao!

07 June 2010

Leaving on a Jet Plane

Akhir-akhir ini gue lagi sering banget dengerin Leaving on a Jet Plane.
Dan lagu ini membuat gue memikirkan keberangkatan gue ke Amerika Serikat untuk AFS nanti.

Kalo gue berangkat ek Amerika,

Will they kiss me and smile for me?

Will they tell me that they'll wait for me?

Will they hold me like they'll never let me go?

Will they?

Hey, Nisa,
Who are "they"?

Well, "they" itu jelas bukan keluarga gue. They are my number ones. Sudah pasti mereka akan melakukan itu semua.

They itu teman-teman sekolah gue. Mulai dari teman-teman sekelas, teman-teman yang dulunya sekelas, Kepompong, anak-anak English Club, plurkers 8, temen-temen les Quantum, temen-temen di subsi Olahraga nya OSIS, termasuk orang-orang di sekolah yang gue ngga yakin mereka anggap gue teman atau engga.

They itu orang-orang di klub basket gue. Di tim gue terutama. Kumpulan orang-orang yang seperti gue, mendapat banyak pelajaran dari benda bundar yang bisa melompat kemana-mana itu. Apalagi 2 orang di tim gue juga berencana akan hijrah ke kota lain untuk meraih mimpi mereka.

They itu, orang-orang keren yang menemani gue di liburan akhir tahun 2008. Setiap hari kita ngobrol ngga jelas arahnya. Main game bareng. Diajarin main kartu pula :) Sampai akhirnya kita tahun baruan "bareng". Dan mereka ikut menyemangati gue pas gue Kejurnas di awal thaun 2009 lalu, dan membuat gue sangat bahagia. God, betapa berharapnya gue mereka menyelamati gue karena berhasil AFS, memberi saran dan petuah-petuah untuk hidup di Amerika (secara ada dari mereka yang pernah tinggal di sana).........................





And hey!

They itu juga termasuk kalian loh, para pembaca! Bisa sampai di blog saya yang url nya sangat belibet ini, bahkan sampai mau baca sampai akhir begini, gue yakin pasti ada "sesuatu" di antara kita. Hahahaha.

So, will you, Readers? :)



Every place I go, I think of you
Every song I sing, I sing for you
When I come back I'll wear your wedding ring







Leaving On A Jet Plane
CHANTAL KREVIAZUK


All my bags are packed, I'm ready to go
I'm standin' here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye

But the dawn is breakin', it's early morn
The taxi's waitin', he's blowin' his horn
Already I'm so lonesome I could die

So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

There's so many times I've let you down
So many times I've played around
I'll tell you now, they don't mean a thing

Every place I go, I think of you
Every song I sing, I sing for you
When I come back I'll wear your wedding ring

So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

Now the time has come to leave you
One more time, oh, let me kiss you
And close your eyes and I'll be on my way

Dream about the days to come
When I won't have to leave alone
About the times that I won't have to say ...

Oh, kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go



28 May 2010

Fooling My Foolish Brother

Kakak : De, kamu belajar mulu. Ngga bosen-bosen

Gue   : Yaa..... Dari pada aku berakhir seperti kak iyan.........


****************************

Kakak : De, itu kotak-kotak di bawah meja belajar kamu taro ke kamar atas aja kalo ganggu

Gue   : Oh. Iya tuh ganggu. Kak iyan deh pindahin.

Kakak : SET.....an.........

Pelajaran di dalam Sebuah Bajaj

Kemarin sore, dengan pertimbangan kaki gue yang sedang sakit, gue akhirnya memutuskan untuk pulang naik bajaj. Ngga seperti biasanya, naik angkot + metromini. Meskipun biayanya hampir 10x lipat, gue tetap memutuskan naik bajaj.

Ternyata Allah mau memberi pelajaran ini buat gue.

Gue nyetop bajaj, nawar harga, dan masuk ke bajaj.

Ga lama setelah masuk ke Bajaj, si Bapak tukang bajaj nanya ke gue :

Bapak (B) : "Neng, kalo masuk SMA 8 nilai nya rata-rata berapa ya?"

Nisa (N) : "Hmm..... yaaa biasanya sih diatas 9, Pak"

B : "Oh..... kalo bayarnya berapa, neng? Mahal ya?"

N : "Hmmmm..... Ya.... Lumayan Pak.... Angkatan saya sih.... (agak lama, mikir, gue sebut ga ya nominalnya?) Angkatan saya sih sekitar.... 12 juta, Pak"

B : "Wah...... Haha... (tertawa miris)"

Gue diem. Ga berani nanya apa-apa lagi. Takut salah ngomong.

Akhirnya si Bapak lah yang cerita.

B : "Anak saya, pengen saya masukin SMA 8 juga. Nilainya sih katanya di atas 9... Cuma kalo bayarnya segitu ya..."

Berikutnya gue ngomel-ngomel (well, lebih cocok ngedumel sih) yang intinya adalah, si Bapak harus tetep masukin anaknya ke SMA 8, karena sayang banget kalo nilainya bagus. Masalah biaya ga perlu dipikirin karena pihak sekolah ngga boleh sebenarnya minta uang "sumbangan" kaya gitu. Jadi sebenernya mudah banget kalo mau diprotes.

Abis gue ngomel, si Bapak ini cuma senyum miris aja. Seakan ga yakin dengan jalan pikiran gue.

"Oh.... Gitu neng ya...." ujarnya sambil tetep tersenyum miris.

Gue pun diem. Lagi. Gue mikir. Ga bisa sekolah di sekolah NEGRI* unggulan karena masalah biaya? Baru pertama kali gue temuin yang begini dalam kehidupan nyata. Sisanya, kalo ga di sinetron, TV, atau koran, yang menurut gue sering belebihan (atau dilebih-lebihkan?)

*(sekolah negri loh ya, inget, SE-KO-LAH-NEG-RI, punya PEMERINTAH)

Akhirnya gue nanya,

N : "Emang anaknya sekolah dimana, Pak?"

B : "Smabel"

N : "HAH?!?"

Kaget gue. Berasa kesabet.

N : "SAYA JUGA DULU DI SMABEL!"

Tunggu.
Anaknya si Bapak ini pasti kelas 3 dong.
Berarti pas gue kelas 3 dulu, anaknya ini kelas 1.
Berarti dia sempet jadi adek kelas gue.
Berarti gue sedang naik bajaj yang supirnya adalah bokapnya adek kelas gue.
Anjrit.

Bener-bener tinggi tingkat kesenjangan sosial di SMP gue itu. Bener kata kakak gue dulu, "Mulai dari anak tukang cuci, sampe anak mentri, semua ada di Smabel."

God.

Si Bapak ini selanjutnya cuma senyum-senyum aja.

Gue lanjut ajak ngobrol lagi,

N : "Di smabel kalo ngga salah sekarang udah ngga bayar ya pak? Dulu saya bayar cuma 100ribu kayanya,"

B : "Ah engga neng. Tetep bayar seperti biasa. Uang sekolah, uang bulanan..... Uang jajannya aja mahal banget. Untung ada Bos saya yang mau nanggung. Kalo engga, mana sanggup saya sekolahin di Smabel."

N : "Hah? Semuanya tetep seperti biasa?!"

Kaget gue. Sekilas teringat wajah temen seangkatan gue yang kurang mampu dan selalu ditagih uang sekolah sama seorang monster wakil kepala sekolah. Bener-bener kasian.

N : "Wah parah juga ya....."

Gue diem lagi. Mikir lagi.

Ternyata program-program pemerintah itu semuanya cuma wacana. Sekolah gratis bagi yang ga mampu? Bullsh*t! Di depan gue ada korban nya. Yang udah pasti ngga mampu gini aja masih diteken harus bayar. Terbersit kebanggaan ke Bos nya Bapak ini, yang awalnya gue kira adalah dana BOS (bantuan operasional sekolah) yang ternyata juga hanya bullsh*t meskipun iklannya besar-besaran di TV, dan ada si Dik Doank jadi bintang iklannya (hubungannya?? :P)

Si Bapak akhirnya ngomong lagi,

B : ''Kayanya sih saya mau masukin sekolah di kampung aja. Anaknya sih maunya di Jawa Timur,"

N : "Jangan, Pak! Sayang banget! Coba aja masukin 8 dulu! Sayang banget kalo nilainya bagus!"

Si Bapak ini lagi-lagi cuma senyum miris.

Diem sebentar. Gue tanya lagi si Bapak,

N : "Anaknya laki-laki apa perempuan, Pak?"

B : "Perempuan, Neng. Sekarang lagi pere', pergi ke puncak sama teman-temannya. Hahaha"

Dang! Gue kena lagi.

Si anak ini asyik-asyik liburan, Bapaknya lagi banting tulang cari duit dan milih sekolah buat dia.

Pasti gue kaya gini juga.

Bokap nyokap kerja keras, gue malah menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang ngga penting. CD-CD ngga penting, kaos-kaos ngga penting, jalan-jalan ngga penting. Sementara bokap nyokap ngirit sengiritnya biar tetep bisa sekolahin gue sampe setinggi apapun yang gue mau.

Pasti begitu.

Hah.

Gue manja banget. Kaki somplak sedikit aja pengennya udah naik bajaj.

Payah.

Gue berusaha menahan diri untuk ngga nanya nama si anak itu. Takut gue keceplosan kalo lagi cerita sama orang dan beberapa adek kelas gue di smabel yang gue masih deket. Ga kebayang mukanya si anak itu kalo ketauan temen-temennya bahwa Bapaknya adalah tukang bajaj. Menurut pengalaman gue di Smabel dulu, harusnya dia udah dikucilin abis-abisan. Dan sama temen-temen yang baik pasti dikasihani dan dibantu, bahakn secara finansial. Tapi dari dua sisi itu, temen-temen baik dan temen-temen yang belum baik, 1 persamaannya : DIBEDAKAN. Cuma karena Bapaknya seorang tukang bajaj. Dan itu pasti rasanya sakit banget.

Gak lama kemudian ternyata kita udah sampai di rumah gue. Gue jadi ngga enak tadi nawar ongkos bajaj nya ke si Bapak. Gue kasih si Bapak uang 50ribuan. Sebenernya gue ikhlas aja dia mau ngembaliin berapapun, setelah denger ceritanya tadi. Tapi ternyata dia tetep ngembaliin sesuai ongkos yang udah disepakatin.

Perjalanan yang cuma 20menit itu pun memberi gue berjuta pelajaran

Dan tentunya, kecenderungan untuk terus bersyukur atas segala sesuatu yang telah Allah berikan. Harus rajin-rajin sekolah. Karena ternyata, diluar sana, banyak orang yang pengen tapi ngga bisa masuk SMA gue ini, baik karena hal finansial maupun karena hal super bullsh*t bernama nilai.:)

12 May 2010

"Ask not what your teammates can do for you. Ask what you can do for your teammates"

Rasanya pengen nangis darah pas baca sms dari manager tim basket gue beberapa hari yang lalu:

"Dear Putri IM KU 18, Anne, Aya, Ayi, Dinda, Esther, Hanne, Irin, Kiza, Lusi, Manda, Nanda, Nisa, Novi, Onyon, Syfa, Vina. Jadwal Kompetisi KU 18 Putri Bolabasket PengProv DKI Jakarta 2010 : 11 Juni - 3 Juli 2010. Be prepared yaa. Salam, Om Wendy. cc. Kak Farhan."

HAH?

YANG BENER NIH?

baca sekali lagi ah

"Dear Putri IM KU 18, Anne, Aya, Ayi, Dinda, Esther, Hanne, Irin, Kiza, Lusi, Manda, Nanda, Nisa, Novi, Onyon, Syfa, Vina. Jadwal Kompetisi KU 18 Putri Bolabasket PengProv DKI Jakarta 2010 : 11 Juni - 3 Juli 2010. Be prepared yaa. Salam, Om Wendy. cc. Kak Farhan."


Anjrit!

Ah, sekali lagi!


"Dear Putri IM KU 18, Anne, Aya, Ayi, Dinda, Esther, Hanne, Irin, Kiza, Lusi, Manda, Nanda, Nisa, Novi, Onyon, Syfa, Vina. Jadwal Kompetisi KU 18 Putri Bolabasket PengProv DKI Jakarta 2010 : 11 Juni - 3 Juli 2010. Be prepared yaa. Salam, Om Wendy. cc. Kak Farhan."


Aaaaaaaaa beneraaaaaan. Beneran 11 Juni!!!!! Huhuhu.


Yak, jadi kompetisi basket tingkat Provinsi yang bakal tim gue ikutin ternyata mulai tanggal 11 Juni.

Emang kenapa Nis kalo 11 Juni

Pertanyaan bagus. 11 Juni 2010 adalah jadwalnya Urban Jazz Crossover di Jakarta!!!!!!

Dan Indra Lesmana ikutan manggung di acara ini.

Jadi itu berarti gue kemungkinan lumayan besar ngga bisa nonton manggungnya Indra Lesmana. Huhuhu.

*********

Gue masih agak males untuk ceritain ini ke siapapun di tim. Mereka (dan kalian para pembaca mungkin juga) pastinya mikir,

"Alah, Indra Lesmana doang! Masa ngga ikutan tanding cuma gara-gara mau nonton Indra Lesmana!"

"Respect dong sama tim!"

"Tentuin prioritas dong! Ngga pinter-pinter deh kamu, Nis."

dan lain-lain sebagainya.



Tapi mereka ngga tau, ngga mau tau, dan ngga peduli betapa pentingnya setiap penampilan panggung Indra Lesmana buat gue.

Ngga tau kalo setiap kali ngeliat Indra Lesmana lagi "main" di panggung, gue merinding. Sampe kayanya mau meleleh.

Ngga tau kalo gue rasanya selalu punya extra cash entah darimana untuk mengantar gue ke manggungnya Indra Lesmana.

Ngga tau kalo gue jadi 1000x lebih berani untuk kemana-mana sendirian, naik apapun untuk nonton Indra Lesmana, tapi jadi 1000x kali lebih penakut pas udah di depan orangnya langsung :D

Ngga tau kalo Indra Lesmana itu manggungnya JARANG banget.

dan masih banyak lagi.


Ya, mereka ngga tau, ngga mau tau, ngga peduli. Dan ngga penting juga buat mereka. Yang penting kan Tim. Tim. Tim. dan Tim.

Tapi bukannya gue juga bagian dari tim? Yang seharusnya juga di "respect"? Dihargai pendapatnya? Dihargai pilihannya?

Ya udahlah.

Kan seperti katanya Om Magic Johnson,

"Ask not what your teammates can do for you. Ask what you can do for your teammates."
 
Gue pasti salah kok di mata mereka kalo keadaannya kaya begini. :)


****************

Haaaah.


Padahal gue sudah cukup tidak beruntung dengan manggungnya Indra Lesmana di Bandung tanggal 7 dan 14 Mei ini.

Jadi,

Menjelang kejuaraan tingkat provinsi yang akan kita ikuti itu, tim basket gue berencana mengadakan semacam Training Camp di Bandung. Pelatih gue sejak awal bilang kalo Training Camp ini akan diadakan sekitar bulan Mei, dan gue pun berdoa yang banyak supaya waktunya bareng sama pas Indra Lesmana manggung.

Lalu beberapa waktu yang lalu, pelatih gue bilang kalo training campnya itu tanggal 13-15 Mei. Gue pun bersorak gembira.

Beberapa waktu yang lalu, saat briefing setelah latian,

    Pelatih : "Ke Bandungnya jadi tanggal 13 sampe 15 Mei ya."
    Gue    : (berusaha menahan diri untuk tidak teriak kegirangan)"HORE!"
    Temen    : "Kenapa Nis?"
    Gue    : (berusaha berbisik) "Indra Lesmana manggung di Bandung tanggal 14! hihihihi"


Tapi entah kenapa, JRENG, beberapa hari setelah itu pelatih gue tiba-tiba menggeser jadwal training camp ke tanggal 20-22 Mei.

Hiks. Langsung patah hati gue.

Kenapa Indra Lesmana manggung di Bandung tanggal 7 dan 14, sedangkan gue malah ke Bandung tanggal 21 ????!?!?!??!

Gue rasa pelatih gue sengaja ngganti tanggalnya. Gue rasa dia denger perkataan gue ke temen gue itu. Gue rasa dia sengaja, biar gue ngga bisa nonton Indra Lesmana. Hiks hiks. ---> okay ini suudzon

Tapi ya yaudah lah. Bener juga sih pelatih gue. Kalo ke Bandung nya barengan sama Indra Lesmana manggung, bisa-bisa gue ngga fokus Training Camp. Pasti kepikirannya pengen nonton aja. Hohoho. ----> ini Husnuzon nya :P


*****************

Yaudahdeh.

Sekarang lagi rajin-rajinnya berdoa nih, supaya di hari pertama kompetisi, tim gue belum ada jadwal tanding, jadi gue bisa nonton Urban Jazz Crossover. Hehehe. Mohon bantuan doa nya juga ya teman-teman!

:D :D :D

06 May 2010

Paket dari Jalan Limau! :)

Hai hai hai!!!

Waduuuu akhir-akhir ini lagi jarang baca buku nih, makanya itu jadi susah buat nulis. Huhuhu. Pokonya mulai hari ini harus baca buku tiap hari minimal 30 menit! *tekad kuad*

Okay, short updates.

Hari ini (kamis) dan kemarin (rabu) tiba-tiba sekolah gue libur karena ada tes untuk masuk sekolah gue tahun ajaran depan. Benar-benar bagai mata air di tengah gurun pasir..... *apazeh*

Hari Rabu, seperti biasa, kalo libur gue udah membuat jadwal mau ngapain aja seharian hari itu (meskipun isinya rata-rata nama pelajaran semua sih. huhuhu). Tapi jadwal hari itu terpaksa berantakan, karena ternyata gue dapet kejutan dari Yang Maha Kuasa :)

It was a fine morning. Gue bangun jam 8 karena emang lagi ngga shalat subuh. Agak kesiangan, karena jadwal yang udah gue bikin dimulai dari jam 8 pagi. Ngga mungkin bangun tidur langsung menjalankan jadwal itu. Terpaksa jadwalnya molor satu jam. Berarti nanti malam pun ngga tidur jam 11, tapi jam 12. Hal-hal ini lah yang ada di pikiran gue selagi jalan dari kamar ke meja makan. Sampai si mbak bilang bahwa ada kiriman paket buat gue......

Wuow. Shock. Sempet sih berharap itu dari orang yang pertama kali ngirim paket ke gue *ngimpi banget* tapi ternyata ini dari sesuatu yang lebih hebat. Dari jalan Limau, headquarter nya Bina Antar Budaya, yayasan yang memfasilitasi pendaftaran gue ikutan program pertukaran pelajar AFS.

Isi paket dari mereka banyak, ada booklet, surat, dan segumpel dokumen-dokumen yang harus dilengkapi. Tapi intinya sebenernya cuma 1 : gue akan di tempatkan di Amerika Serikat.

Seneng? Pasti dong. Bukan karena Amerika Serikatnya, tapi karena kepastiannya. Ternyata bener akan ke Amerika Serikat, bukan Jerman, atau Belanda, atau negara-negara pilihan gue lainnya. Meskipun belum pasti berangkat sih. Di surat mereka dengan menyebalkannya masih pake kata "calon peserta pertukaran pelajar" yang membuat gue masih ragu-ragu kalo ditanyain orang bakal berangkat atau engga. Gue juga belum tau gue akan di tempatin di state mana, apalagi host family nya. Boro-boro. Hehehe.

Jadiiii, sekarang ini gue (maunya sih) sudah mulai ngurus ini itu. Niat nya hari ini mau foto untuk Visa, tapi gagal karena males gerak (serius, gue ngga bisa keluar rumah kalo lagi ada libur dadakan begini :P). Isi form visa Amerika Serikat juga ribet banget karena isinya online melalui website mereka. Rencana nya gue besok juga udah mau mulai urus izin cuti sekolah selama setahun (sedih gak). Juga imunisasi-imunisasi yang kira-kira belum. Doain semuanya lancar deh ya :)



And talking about the ruined schedule, apa hubungannya jadwal gue dengan kiriman paket ini ya? Toh ini cuman paket, dokumen yang harus dilengkapi ngga harus dan ngga akan bisa diselesaikan saat itu juga kan? Well, setelah dapet paket itu gue jadi sibuk menelaah setiap bagian dari paket itu. Baca booklet-booklet nya, baca setiap detil surat yang ada.

Lumayan sibuk juga jawabin pertanyaan temen-temen di twitter. Hehehe. Ngga lama setelah dapet kiriman paket itu, gue memang update status di twitter "Jadwal pagi ini berubah karena kiriman paket dari Jalan Limau :))" ternyata banyak banget temen-temen yang langsung nanyain apakah itu perkembangan keberangkatan gue untuk AFS. Wedeeh. Ternyata Jalan Limau selain terkenal dengan SMA Muhammadiyah nya, sekarang juga udah mulai identik dengan AFS yah. Wkwkwkw.

Udahan ah segitu dulu. Maaf banget nih postingan kali ini akhir-akhir ini diarish banget. Sebenernya banyak nih cerita yang seru-seru. GUe coba ceritain nanti ya..... See ya, Readers! Dadaaaaaah :))

29 April 2010

Playlist saat Jogging

Huaaaa udah lebih dari dua minggu ngga nge blog :( :( :(

Banyak banget yang mau diceritain, tapi ngga ada waktu akhir-akhir ini, sibuk..... Pergi masih gelap pulang udah gelap juga.... Huhuhu (ngga lebay loh nih, serius!)

Sekarang giliran lagi ada waktu malah bingung mau cerita apa, hehe.

Terus tadi pas lagi jogging, tiba-tiba kepikir untuk taro playlist lagu-lagu di iPod yang main pas lagi jogging, karena lagunya tadi lumayan seru-seru. Well, sebenernya ngga playlist juga sih. Karena lagu-lagunya ngga gue siapin dari sebelum jogging sebagain sebuah playlist, pas lagi jogging itulah gue mikir-mikir, kira-kira lagu apa yang lagi pengen didengerin dan cocok dengan kodisi sedang men jogging seperti itu.

Yaudahlah ya. Here they are!


1. Senja Menggila - White Shoes and The Couples Company
Lagu baru nih di iPod gue, meskipun udah lama yaa releasenya..... Dan baru tau juga WSCC ngasih download single mereka ini gratisan. Hebat hebat.... Hehehe :))

2. Mati Saja - Barry Likumahuwa
Lagi SUKA banget sama lagu ini! Agak telat yaa..... tapi bodo ah! :p Kumenyapaaa siapa namaaa dirimuuuu terucap kataaaa namun diaaa hanya menatapku tajaaaaam, tak melihat di dekaaaatnya telah ada yang lainnya, malu rasa, kuingin mati sajaaaaaaaaaaa :))

3. Lil Thing - Maliq & D'Essentials
Entah kenapa, beberapa kali latian basket terakhir, gue selalu pengen dengerin ini pas mau latian. Jadi ikut-ikut dinyanyiin juga deh pas udah mulai latian. Aneh banget. Hehehe.

4. Untuk Sementara - Soulvibe
Satu dari beberapa lagu yang gue suka di albumnya Soulvibe, Antartika. Jujur, gue agak kaget sekaligus kecewa dengan album mereka yang terbaru ini. Beda JAUH dari album pertama mereka. Okelah, lain kali kalo ada waktu geu akan tulis review album mereka itu. Tapi lagu ini keren. Gue suka, hehe.

5. Hari Merdeka - Bandanaira
Bandanaira oke banget bawain lagu wajib kaya begini. Jazz, asik, beda...... Semoga CDnya laku dan lakunya ngga cuman bulan Agustus doang :P

6. Indonesia Pusaka - Bandanaira
Tadinya cuma mau dengerin "Hari Merdeka" aja, tapi ga tahan untuk denegrin "Indonesia Pusaka" juga setelah denger dentingan piano di awal lagu ini. Harus denger banget nih temen-temen. Lea Boruniraja dan Irsa Destiwi mantap banget! Great duo! Salut! :))

7. Berlian - Soulvibe
Lagu ini juga ada di album Antartika. Spesial karena ada Angga dan Indah nya Maliq ikutan nyanyi di lagu ini. Plus, ada unsur-unsur lagu "Dia" nya Maliq di sini. Karena itulah lagu berikutnya segera gue mencari lagu "Dia"..........

8. Dia - Reza
Sebenernya ini awalnya salah kaprah. Gue kira ini lagu "Dia" nya Maliq, ngga taunya pas dipencet "Dia" nya Reza. Hehehe. Ngga papa deh, sama-sama asik kok :P

9. Mimpi dan Rumah ke Tujuh - Indra Lesmana
Sebenernya agak kurang cocok ya buat jogging, tapi yaa gue suka banget nih lagu mau gimana lagi dong wkwkwk :P

Plus, 2 lagu saat cooling down (baca : jalan kaki setelah jogging)

1. D.A.N.C.E - Justice
Jujur, lagu ini juga nemunya ngga sengaja. Letaknya ada di bawahnya lagu "Dia" dan ngga sengaja kedengeran intronya, langsung keinget dulu pernah pake lagu ini untuk yell pas ikut kuis pas SMP hohoho, Jadi kangen dan pengen dengerin full track, hoho :)

2. Dalam Cita dan Cinta - Winda Viska
Sumpah, suaranya si Winda Idol di album kompilasi finalis Indonesian Idol ini KEREN banget! DIVA  banget!!!!!!!!!! Beda banget sama image dia sekarang setelah memainkan peran cewek bloon di sitkom OB. Divaaaaa!  :))

Lagu nya Winda selain sebagai penutup juga menjadi lagu favorit gue di playlist ini. Karena ngga berhasil nemu di youtube, terpaksa gue cuma bisa taro lirik :( Kalo mau denger lagunya silahkan di google aja deh ya teman teman. Atau cari CD dan kasetnya di Toko-toko terdekat (beberapa minggu yang lalu masih liat kaset nya ada di Duta Suara Jalan Sabang!) Keren deh lagu ini, dijamin! (Yang versinya Winda loh ya.... :P)

Pandanglah jauh di mukamu
Masa depanmu


:))

Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah! :)



Dalam Cita dan Cinta
oleh: Winda

Hasratku dan hasratmu

Menyalakan api yang abadi

Da ... Lam diriku dan dirimu

Terpadulah segala daya

Dalam cita dalam cinta yang suci

Terengkuh segalanya

Keinginan di dunia


Layarku dan layarmu

Melabuhkan bahtera abadi

Da ... Lam dambaku dan dambamu

Tiada lagi aral melintang


Dalam cita dalam cinta yang suci

Terengkuh segalanya

Keinginan di dunia

Di dunia


Jangkaulah sejauh kau dapat

Genggam erat dambaanmu

Pandanglah jauh dimukamu

Masa depanmu


Masa depanmu ...


12 April 2010

My Favorite Mug

Gue ini orangnya doyan nge-teh dan doyan nge-susu.

Doyan teh, karena gue ga doyan kopi, dan sebagai gantinya, kafein di teh cukup membantu gue terjaga.

Doyan susu, karena dari kecil gue kebiasaan minum susu pagi dan malam. Ditambah lagi gue suka minum susu coklat super kental dan anget biar relaks dan membantu gue untuk cepat ngantuk saat gue perlu tidur yang cukup. Maklum, tubuh gue ga terbiasa untuk tidur malam lebih dari 6 jam. Hehehe.

Lanjut.

Beberapa waktu yang lalu, gue menemukan gelas yang cocok untuk nge-teh dan nge-susu di rak piring di rumah

the mug

 
Apaan nih? Biasa banget gini!




Well, well, well.

Dari fotonya, mug ini mungkin terlihat biasa aja. Tapi percayalah teman, kalo lo lihat penampakan aslinya, gelas ini kokoh, gagah, dan elegan banget. Warnanya coklat tua. Polos. Ada pegangan gelasnya. Cocok buat minuman hangat. (okay, deskripsinya kurang penting ya?)

Biasanya gue nge-teh dan nge-susu pake mug kaca. Bening. Kokoh sih. Tapi kesan gagah dan elegannya langsung ilang begitu orang lihat dari luar kalo isinya itu teh. Atau susu coklat. Berasa anak TK deh. Hmhmhm.

Pernah juga gue cobain pake cangkir. Keren sih. Kokoh, gagah, elegan..... Tapi kok sedikit banget ya porsinya? Huahaha....

Jadilah mug ini sekarang favorit gue untuk nge-teh atau pun nge-susu.

Setelah gue observasi (baca : mengingat-ingat dan  menanya-nanya si mbak) ternyata mug ini dapet gratisan dari bingkisan pas nyokap bokap gue hadir di Upacara 17 Agustus di Istana Negara tahun 2009 lalu. Agak aneh juga sih, kok 17an malah dikasih gelas? Wkwkwk....

Selesai deh. Hehehe.
(selalu bingung gimana seharusnya menutup sebuah postingan, gue akan belajar banyak tentang ini deh, janji! hehehe)

11 April 2010

So Long, my Esia

Yak. Hape esia saya hilang, teman-teman.

 Kaya begini nih esia gue, Hape Esia Warna

Ilangnya pas latian basket di Hall A Basket Senayan, hari Sabtu 10 April kemarin.

Gak lama sebelum mulai latian, gue masih sms kakak gue dan temen gue pake Esia itu. Terus kayanya gue taro di tas. Selesai latihan, gue cari udah ga ada. Huhuhu.

Anehnya, di tas gue juga ada smartphone Dopod yang (keliatan) lebih mahal, iPod, juga sejumlah uang 50ribuan,  dan mereka semua aman-aman saja. Hmmmm.

Dugaan gue si Esia jatoh pas gue taro di tas. Atau ketinggalan di kamar mandi pas ganti baju sebelum latian.

************

Hmmm.

Jadi inget,

Hape Esia Warna itu gue beli gak lama setelah masuk SMA 8, belinya pake uang hadiah dari kakak sepupu gue karena berhasil masuk SMA 8. Pertama kalinya beli hape ngga pake uang orang tua. Hehehe.

Eh, berarti udah hampir 2 tahun gue pake Esia itu? Hehehe, lama juga.


**********

Lebih dari harganya sebagai barang konsumsi, Esia itu berharga luar biasa tinggi bagi gue.

Selain sangat hemat baterai, tahan banting, dan dijamin aman dari copet kalo lagi di angkutan umum,

gue pun nyimpen hampir semua nomer telfon temen-temen di situ, karena setahun belakangan hp GSM gue gonta-ganti dan penyimpanan di SIM card sangat terbatas.

Esia itu juga bisa twitteran loh! Hehehe. Jadi keinget lagi deh pas daftar "Esia Twiiter" akibat desakan temen-temen pengguna BB yang sering ngecengin gue karena hape gue yang ga bisa twitteran. Hehehe.

SMS yang gue simpan di Esia itu juga banyak yang penting, termasuk beberapa sms dari Esia Twitter yang selalu sukses bikin gue senyam senyum kalo lagi dibaca ulang :)

Belum lagi kalkulator nya yang mudah dipakai, sampe-sampe temen sebangku gue lebih yang ngga tau cara ngirim email pun bisa memakainya (LOL, sorry nom! :P)

Dan dari alarm-alarm yang gue punya, cuma alarm di esia itu yang berhasil bangunin gue. Karena itulah, gue berencana membawa si Esia kalo gue jadi berangkat AFS ke Amerika (AMIN), meskipun pastinya ga akan bisa dipake nelfon di sana.


Huaaaaaaah keren sekali si Esia itu :)

***********

Apapun, bagaimanapun, gue sudah mengikhlaskan si Esia itu.

Seperti kata si Ines , gue hanya bisa berdoa semoga si Esia itu jatuh ke tangan yang membutuhkan (AMIN).

Lagian harusnya gue bersyukur,

yang hilang cuma Esia nya, uang dan gadget-gadget gue yang lain ga ikutan hilang.

Pin super duper keren yang biasa gue sematkan di gantungan hape esia gue juga udah lama gue copot.

Alhamdulillah.

Belum lagi pelajaran berharga yang bisa gue ambil dari hilangnya Esia ini. Pastinya ini akan membuat gue semakin berhati-hati dan teliti

Oh, karena kejadian ini juga, mata gue jadi terbuka. Gue jadi tau, selama ini orang-orang yang gue anggap teman ternyata tidak menganggap gue teman.

Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

Tinggal siap-siap aja nih diceramahin nyokap. Hehehe.

Hmmmmm.

Kok jadi serius gini sih postingan ini? Padahal niatnya ga begini loh, hehe.


Well, I did abandon my Esia. Sorry. Hiks

Gue sedang ngeliatin chord gitar di Nokia 9300 gue (yang sekarang udah dijual, huhu) dan meninggalkan hape Esia gue di atas sofa, yang bisa aja tiba-tiba didudukin orang dan mejret


So long, my Esia. I'm gonna miss you :*






--------------------------------










UPDATES:

Postingan ini gue tulis kemarin malam, tanggal 10 april. Besok paginya, tanggal 11 april, HAPE ESIA GUE  KEMBALI!! Alhamdulillaaaaaaah! Ternyata si Esia di "simpenin" sama si temen satu tim gue si Kiza. Makasih ye za -____- Oknum-oknum lain seperti Hanne dan Kak Farhan juga disinyalir terlibat dalam kejadian "penyimpanan" ini. Yaudahlah. Makasih ye semuanya. Lumayan, pulang-pulang Esia gue batrenya penuh. Kapan lagi henfon ilang, terus balik lagi, batrenya penuh pula. Hehehehe.

09 April 2010

What to Read

Di rumah lagi ada BANYAK banget buku-buku yang belum terbaca.

Mulai dari buku-buku baru yang beli di diskonan Gramedia, sampe buku-buku kakak gue yang dipindahin ke rumah karena ruangan di asramanya udah terlalu sempit untuk buku-buku itu.

Beberapa buku baru ada yang gue tumpuk di meja belajar

Dari atas ke bawah
Komik Miiko, the Time Traveler's Wife, Negeri 5 Menara, Filosofi Kopi, Problem Solving 101, Jingga, Haji Backpacker, Captain Underpants, Captain Underpants juga, Ciao Italia! , If I should Speak


Ada juga buku-buku yang ditaro rak buku di ruang TV, gue susun begini


Kebaca kan judul dan pengarangnya? :P

Belom lagi gue juga sudah berniat akan meminjam beberapa buku dari temen-temen gue seperti Rectoverso nya Dee (yang gue sangat sesalkan ngga beli pas diskon gramedia) , Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) nya Djenar M Ayu, juga buku-bukunya Agnes Jessica yang sepertinya sangat menarik juga.



Hadeeeeh.
Jadi bingung banget nih mau baca yang mana dulu.

Semuanya seakan meraung, "Nisa, baca aku!! Baca aku!!!"

Oke  yang barusan itu agak lebay.




So,
Dari buku-buku semuanya itu, ada yang kalian pernah liat? Atau udah pernah baca? Kira-kira yang mana nih yang lebih pantas untuk jadi the next Indonesian Idol dibaca duluan?

Sejauh ini, gue menahan diri untuk hanya baca 3 buku sekaligus : Time Traveler's Wife dan Filosofi Kopi dan Negri van Oranje. Yang terakhir itu ga ada di foto karena emang pinjeman dari @ekyekyyy. Buku itu baru aja selesai gue baca tadi siang, dan malem ini niatnya gue mau mulai baca Negeri 5 Menara. Hohoho.


Hmmmmm.

Weekend ini sepertinya gue akan tenggelam dalam buku-buku, selain tentunya dalam latian-latian basket, hehehe.


Kalo kalian lagi pada baca buku apa?

:D

03 April 2010

Edeleyd Skay

Inilah jadinya kalo lagi kepengen nulis, tapi ga punya bahan untuk ditulis.

Some said menulis ga bisa dipaksain. Oh, well, mereka mungkin benar. Tapi ga dosa juga kan kalo gue tetep nekat nulis? Hehehe.

Anyway.

Akhir-akhir ini gue lagi senang dengar lagu-lagu Adhitia Sofyan.

Sebenernya udah lama tertarik sama musik beliau, udah pernah download juga (he lets it out for free, guys. check out his website) tapi karena komputer yang di install ulang, semuanya pun hilang tanpa sempat didengarkan. Hmmmmh.

Beberapa hari yang lalu baru sempat download, dan dengerin lagi. Dan memang asik.

Gue emang tipe orang yang suka segala jenis musik yang asik. Apapun jenis musiknya, kalo enak didenger ya kenapa engga.  Dan rata-rata musik yang gue denger semuanya enak-enak aja. Entah apa sebutan yang cocok buat gue. Awam, polos, bodoh, mungkin? Hahaha.

Hal yang gue suka dari Adhitia Sofyan ini adalah beliau menyediakan lirik lagunya! Ini asik banget, karena lirik lagu jadi penilaian yang sangat penting bagi gue untuk menentukan sebuah lagu itu asik atau engga.

Yaudahlah. Daritadi kayanya gue kebanyakan ngetik kata "asik" di postingan ini.

Ini lagu beliau yang paling gue suka, Adelaide Sky. Salah satu lagu beliau yang paling terkenal juga selain Memilihmu. Liriknya sedih juga :'( Semoga gue bisa merasakan hal yang sama, kalo jadi berangkat AFS nanti (nah loh ujung-ujungnya AFS terus, huahaha)

Oh, dan melalui lagu ini, gue nyadar bahwa "Adelaide" itu dibaca "edeleyd" bukan "edelayd"

Hahahahaha.

Okay, here goes the music. Enjoy! :)





Adelaide Sky
Music and Lyrics by Adhitia Sofyan

I need to know what’s on your mind
These coffee cups are getting cold
Mind the people passing by
They don’t know I’ll be leaving soon
I’ll fly away tomorrow
To far away
I’ll admit a cliché
Things won’t be the same without you
I’ll be looking at my window seeing Adelaide sky
Would you be kind enough to remember
I’ll be hearing my own foot steps under Adelaide sky
Would you be kind enough to remember me
I’ll let you know what’s on my mind
I wish they’ve made you portable
Then i’ll carry you around and round
I bet you’ll look good on me
I’ll fly away tomorrow
It’s been fun
I’ll repeat the cliché
Things won’t be the same without you
I’ve been meaning to call you soon
But we’re in different times
You might not be home now
Would you take a message
I’ll try to stay awake
And fight your presence in my head

28 March 2010

der Klavierspieler

Pianista

piyanist

ピアニスト

پیانیست

pianistas

píanóleikari

पियानोवादक

zongoristaként

הפסנתרן

피아니스트

pjanista

Піаніст

πιανίστας

pianistul

钢琴家

عازف البيانو
píanóleikari

пијанист

นัก เปีย โน

nghệ sĩ dương cầm

pianiste
pianis

der Klavierspieler

der Klavierspieler
 
(photo is taken by Nabila Kariza. 
Any kind of appreciation goes to her.)


 
(Anyway, hari ini pianis ini ulang tahun! 
Happy birthday, Om! 
Mungkin ga ya beliau baca blog gue? hehehe)

26 March 2010

All About Steve

Ada dua hal yang selalu gue lakukan kalo nonton DVD atau VCD di rumah:

1. Catet kata-kata yang bagus
2. Cari soundtrack nya yang keren

Begitu pun saat gue nonton All About Steve.






Beberapa hari yang lalu, gue nonton film ini di DVD hasil rampokan pinjeman dari sepupu gue.Filmnya drama komedi gitu deh, standar, super ringan. Jadi ada cewe geek (gue lupa namanya, diperanin sama Sandra Bullock) yang pekerjaannya bikin teka teki silang di koran lokal. Dia suka banget sama cowo namanya Steve (gue gatau diperanin sama siapa :P) yang kerja nya adalah kameramen TV yang selalu pergi-pergi keluar kota. Saking tergila-gilanya, si cewe ini sampe ngikutin si cowo kemana aja dia pergi. Sampe harus numpang truk, sampe mobilnya diancurin tornado, bahkan harus naik mobil yang udah dihancurin tornado itu. Wakaka. Tapi ending nya bagus, gue suka. Untuk lebih jelasnya, nonton sendiri aja deh, hoho.

********

Nah, kata-kata yang ya-ampun-bener-banget di film ini. Rata-rata ada di bagian akhir film.


"Don't ever change -- to anybody"


"On the journey of life, just find someone as normal as you -- if not a whole bunch."


"If you love someone, set him free. If you have to stalk him, he probably wasn't yours in the first place."


Nah, ini menarik nih. Perhatiin deh.

New York Times crossword editor, Will Shortz, says, "We have a natural compulsion to fill empty spaces." I like to think he means not just crosswords, but the empty spaces inside of us. That comes from making your way in a world, that doesn't always embrace unique. I tried to fill my empty spaces with words and puzzles- and Steve.

Kalo gue,
I try to fill my empty spaces with basketball, and him, who-cannot-be-named.

What about you? How do you fill your empty spaces? :)



******



Kalo soundtrack, ada 2 yang gue notice.

yang pertama, ternyata judulnya Love is Everywhere, penyanyinya Bob Schneider.
Lirik yang gue tangkep dan langsung bikin gue pengen nyari lagu ini adalah ".... And I don't know why life, it seems to be, so hard for dreamers like you and me...." Hohoho, yes, life is hard for a dreamer like me, hoho.

Yang kedua, judulnya Everybody Got Their Something yang ternyata dinyanyiin sama Nikka Costa. Liriknya yang ketangkep itu yaaa pas bagian judul lagunya. I do believe that everyone must have got something, including me! Hehehe.


Selesai deh. Berikut gue kasih lirik dan link youtube nya. Semoga suka! Have a guhreat day! :)



Love is Everywhere - Bob Schneider

Soon Yi was a pilot in the nationally known
Amazing ladies of the outer ozone
She didn't have no kids she didn't have no time
She was a woman of her word, she was a fighter of crime
She looked good in a hat, she had a natural way
With tools and no car she went to UCLA

And everybody said she was as crazy as a loon
And she was a girl she'd spend every afternoon
Sitting in her backyard pretending to be
A fighter ace in the Japanese military
She liked to make up her mind, she kept her feet in the air
She wore her heart on her sleeve, cause she'd found it there

And it was all well and good until she met this young man
A young pilot named steve with a beautiful tan
He spoke english and french and swam like a swan
He had a mouth full of teeth and more style than Cézanne
He could talk to the bees, he could breathe in the air
He wore his heart on his sleeve, cause he'd found it there

And they'd sit in the trees and they'd talk thru the night
While the blind moon swam in the pale starry light
And they talked and they crowed and they told what they knew
It was better than beer, it was all strange and new
There was grass all around, there was black up above
It was more than hello, it was something like love

And I don't know why life, it seems to be
So hard for dreamers like you and me
When love is, love is, love is everywhere







Everybody Got Their Something - Nikka Costa

My face to the sky
Dreaming about just how high
I could go and I'll know
When I finally get there

Taking of my glasses
Sun pokes through my lashes
And somehow I know
There's a time for every star to shine

Everybody got their something
Everybody got their something
Make you smile like an itty bitty child

People keeping score
Say better hurry up and get yours
Cause somebody else get your spot
Before you even dropped

Seek and you shall find
Everything in my own sweet time
I'll take my chances
With what I believe is only mine

Busy holding on
So the roof don't fly
Keep you from moving on
So get it right
Turn the tide over
Like a love song
Like a butterfly
Believe if you hand it over
You'll come out all right

Everybody got their something
Everybody got their something
Make you smile like an itty bitty child

Illuminate the silly things
Shed some light on all that's wrong
Everybody need it sometime
Sometimes the only thing you got
Is what makes you feel like
You're something else altogether
You have everything don't need
Another reason to be something
I've been on a ride
And caught up in the landslide
But I'm gonna spread my wings and fly...

Everybody got their something
Everybody got their something
Make you smile like an itty bitty child

There's a time for every star
There's a time for every star...