23 May 2009

Pernahkah?

semalam, gue lagi browsing browsing, nyari nyari materi, sambil chatting sama Ines. secara tidak sengaja, gue menemukan puisi ini di sini.

maaaaaan

puisi ini gue bangeeeeeeeeet. terutama semalam, karena momennya emang pas banget (kebetulan lagi curhat2an gitu sama si ines).

perasaan kaya gini bukan kepada mantan pacar ( for some particular reasons.... meskipun sama mantan pacar pun terkadang iya :P) tapi sama orang orang lain. yang gua sayang, dan gua selalu ingin dekat, tapi hhhhhhhh kok kayanya susah sekali. haha.

mana itu blog lagunya beuuuuuh sangat mendukung, rasanya udah pengen nangis aja (silakan kunjungi sendiri blognya dan rasakan sensasinya)

berikut gue tulis puisinya (sorry bgt kalo ini termasuk menyadur scara ilegal atau apa, I just love the puisi)

kunjungin daerah asalnya ya hehe: http://ariel-blue.blogspot.com/2009/02/pernahkah.html

enjoooooooooooy, and have a great weekend!

*******************************************

Pernahkah

Pernahkah mencintai orang lain dengan sangat meski tau ia
bukan orang yang baik untuk kita?

Pernahkah tersengat rasa rindu yang amat dalam hingga kita
merasa dingin di tengah hawa panas karena ia begitu jauh
dan kita tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengubah
kenyataan itu?

Pernahkah merasa meleleh sesaat dan ingin menyatu saja
dengan bumi karena tak kuat mengingat segala kenangan
tentangnya?

Pernahkah memiliki bentangan maaf yang luas walau ia telah
menyakiti kita bertubi-tubi?

Pernahkah memiliki tenaga ekstra untuk bertahan menantinya
walau kita tau ia tak akan datang?

Pernahkah berlari ribuan kilo meter di jalan kehidupan,
mencari yang lebih baik darinya, tapi ternyata hati ini
tidak pernah menemukan dan kemudian merasa putus asa?

Pernahkah menangis karena begitu sangat ingin tau kabarnya
tapi takut nanti menemukan kenyataan bahwa ia jauh lebih
bahagia saat ini dan sudah menghempas kita dalam masa
lalunya?

Pernahkah terasa miris saat tanpa sengaja mendengar ia
memiliki pengganti kita tapi kita tak kunjung berhenti
mencintainya?

Pernahkah pada akhirnya menyerahkan segala rasa kepada
Tuhan dan berharap Tuhan akan memiliki keadilan atas semua
ini?

Pernahkah berharap Tuhan menyampaikan semua ini padanya,
hanya padanya?

8 comments:

Wee? said...

bagus ya niis

Dunia Polar said...

iya bagus boss.....kpn posting lagi nih, jd pnasaran apa postingan selanjutnya,he...
bte eh tukeran link yukk, ntar klo di pasang kasih tau aku yahhh, tengkiuu

rinta-chos said...

bagus nis.gue suka banget..menggambarkan realita kehidupan gue hahaha

Nisa said...

@ wee? : iya fir.... bagus banget....gue ampe menitihkan air mata saat membacanya, hihihikshikshiks (lebay)

@ duniapolar: okayyy, dikabarin secepatnya.. makasih sudah mainkesini :)

@ ka rinta: iya kakkkkkkkkkkkk, ini juga aku bangeeeeeeeeeeeeeeeeet huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa hahahha

nenonenoneno said...

sedih ya. mungkin beberapa bagian sama kayak yang aku rasain. walopun itu maksudnya ditujukan untuk pacarku yang sekarang. hehehe.. :P

iNEZoo said...

sampe jam 4 pagi ya nis meskipun tau dia tidak akan datang :'(

rintawriteitall said...

btw.ini link ke blog gue yang baru. gue pake wordpress sekarang

Nisa said...

@ ka neno: yoi kak sangat sedih ini huhuuhuhuu

@ inejj: huhuhuhuhuhuhu (tak mampu berkata kata ceritanya)

@ ka rinta: oke kak, udah ku ganti tuh! silakan cek :)